Info & News
Mar11

Indonesia Dari Atas Sepeda, Cantik Sekaligus Menyedihkan

indoatasepeda

Minggu lalu kami bertemu dengan seorang sahabat, Om Berry, begitu biasa dia dipanggil. Beliau adalah seorang pesepeda dan juga photographer profesional. Berbincang-bincang dengannya mengingatkan kami sebuah tulisan mengenai “Indonesia Dari Atas Sepeda, Cantik Sekaligus Menyedihkan“. Sebuah catatan perjalanan dari Om Berry, Om Inu dan kawan-kawannya melintasi tanah Indonesia yang mungkin sama sekali belum kita ketahui.

Berikut prakata dari thread resminya di sepedaku.com:

Apa yang kita tahu tentang tiap jengkal tanah Indonesia? Tiap jengkal tanah yang diminati seluruh bangsa di dunia; sebuah tanah air yang menjadi logistik dunia dalam menggerakan roda peradaban selama ribuan tahun, lalu baru dimerdekakan 65 tahun lalu. Tidak perlu dipertanyakan lagi mengenai kemerdekaan, karena secara de-yure, hal ini telah jelas, tegas dikumandangkan duo-proklamator, namun apakan secara de-facto demikian adanya?.

Sebuah pertanyaan retorik disaat mayoritas diantara kita bahkan tidak kenal nama tetangga sebelah jendela; saat ketimpangan amat ketara antara kita dan saudara lainnya; saat lapar merupakan nama tengah sebagian saudara kita dibelahan wilayah teritorial tanah air tercinta. Hal tersebut adalah sebuah fakta yang coba kita gali secara mendalam, langsung dilapangan. Sama sekali tidak untuk mengendurkan semangat optimisme kawan-kawan yang tengah riuh dibangun bersama, tapi sebaliknya, bahwa di tiap jengkal Indonesia nan cantik, masih terdapat serpihan tawa, air mata, rentang budaya yang harus direkatkan dan dihadirkan ke tengah kita semua secara obyektif sebagai sebuah warta dengan netralitas terjaga.

Lantas media apa yang digunakan untuk menjelajah Indonesia jauh ke pedalaman jalan setepak saudara-saudara kita saat infrastruktur jalan tidak merata pembangunannya?. Mobil? Aah tentu tidak bila harus membuat jalan baru terlebih dahulu dan merusak tatanan yang telah harmonis tercipta; motor? Sanggup berapa lama dan berapa jauh hingga akhirnya kehabisan bahan bakar? Jalan kaki?, bisa, tapi perlu berapa lama?. Baiklah, ada sebuah kendaraan sederhana yang efektif cenderung kita lupa, saat selama ini dimanja berbagai berita teknologi transportasi canggih namun tidak didukung infrastruktur pendukung. Apa itu?, SEPEDA.

Bagi sebagian besar pengguna sepeda, piranti ini katanya merupakan sebuah kemerdekaan terakhir disaat semua harus diatur dalam ranah undang-undang. 7langit sebagai sebuah perusahaan teknologi informasi mencoba menyelami apa sebetulnya yang mereka (pesepeda) lihat tentang Indonesia dalam tiap kayuhan pedal dan deru jantung sebagai motor penggerak.

Difasilitasi @sepedaku, sebuah forum sepeda online terbesar Di Indonesia, akan diberangkatkan 12 orang pesepeda ke sebuah daerah yang tidak pernah ditapaki tapak sepeda sebelumnya. Melewati hutan, lembah, perkebunan dan jalan setapak perkampungan yang penduduknya sudah 40 tahun belum pernah melihat pesepeda masuk ke area mereka; sebuah tempat ber-sekolah dasar satu ruang kelas dan satu guru didalam bangunan yang tidak lebih bagus dari (maaf) kandang kambing; beberapa kampung dengan penduduk ramah ditengah dengung individualitas kota besar…..

Kami tidak akan pernah mencoba untuk merating dan mereview ebook ini. Tapi bagi kami, membaca buku ini seperti sedang menyuntikkan adrenalin shot ke dalam peredaran darah. Membuat mata kami bisa semakin jelas melihat sebuah sisi lain kehidupan di Indonesia. Jadi silahkan rasakan sendiri sensasi adrenalin shot-nya dengan membaca ebooknya.

Mana e-booknya? Dulu sih tersedia untuk dibaca bebas di sepedaku, tapi karena sedang non aktif, e-book ini akan saya mirror di hosting Bandits. Silahkan diunduh di link berikut:

#semak10 ebook – rev01

Many thanks to: Budy Santoso, Inu Febiana, Denny Halim, Berry Setia Wijaya, Arnaldo Wenas, Dyah Ariyani, Ika Hardjanto, Titi Rusdi, Daniel Tumiwa, Oon Arfiandwi.

Tags:

Author: 

author

Related Posts "Indonesia Dari Atas Sepeda, Cantik Sekaligus Menyedihkan"

Leave a reply "Indonesia Dari Atas Sepeda, Cantik Sekaligus Menyedihkan"